Jumat, 30 September 2016

@awkarin

sumber gambar
Mengapa aku menuliskan nama akun di judul tulisan terakhir di bulan September ini? Karena nama akun tersebut amat viral akhir-akhir ini.

(Maaf jika aku turut membuat orang bodoh terkenal di blog ini. Aku hanya ingin menunjukkan bahwa apa yang ia lakukan tidak sepatutnya adik-adik dan anak-anak kita contoh.)

Akun Instagram @awkarin menjadi terkenal beberapa bulan terakhir, bahkan pemilik akun tersebut, Karin Novilda, sampai diundang oleh KPAI secara eksklusif. Apa pasal?

Semua kejadian ini bermula saat Karin (atau mulai baris ini kita sebut saja dia Awkarin sesuai nama akun miliknya) mengunggah foto-fotonya bersama yang saat itu adalah pacarnya di akun Instagram miliknya. Mungkin akan banyak yang berpikir, hanya mengunggah foto bersama pacar di Instagram saja kok ujung-ujungnya bisa diundang langsung oleh KPAI, kok bisa? Masalahnya, yang ia unggah bukan foto biasa. Foto-foto yang ia unggah rupanya berisi kegiatan yang tidak sepantasnya diunggah ke dunia maya. Foto ia berciuman dengan pacarnya, merokok, dan lain sebagainya. Padahal mereka berdua masih SMA (yah, walaupun anak kuliah dan orang yang sudah menikah juga seharusnya tidak boleh mengunggah hal seperti itu di akun mereka). Banyak yang akhirnya menghujat dia di media sosial atas foto-foto tersebut. Ia malah semakin tidak berhenti. Tidak sampai lima bulan kemudian, ia diputuskan oleh pacarnya itu tepat beberapa menit sebelum hari ulang tahun pacarnya. Padahal Awkarin sudah menyiapkan kejutan besar-besaran untuk pacarnya saat itu. Akhirnya setelah acara kejutan ulang tahun itu terlaksana, ia membuat video klarifikasi. Diawali dengan acara kejutan ulang tahun sang mantan pacar, ia kemudian memberi penjelasan kepada netizen atas rasa cintanya pada sang mantan pacar dan bagaimana ia telah berkorban banyak untuk sang mantan pacar, lengkap dengan derai air mata yang tak terbendung dan sahabat setia di sisinya. Video tersebut jadi viral terutama di ask.fm. Banyak orang semakin mencemooh dia atas video klarifikasi yang ia buat itu.

Apakah sampai di situ ia tidak berhenti?

Tidak.

Setelah itu, ia semakin liar. Ia banyak berkata kasar dan kotor di vlog yang ia buat dan di akun Snapchat miliknya. Ia semakin parah dalam merokok dan mabuk-mabukan. Ia jadi sering dugem. Ia suka berpakaian terbuka. Dan parahnya, semua hal yang ia lakukan ini ditiru oleh anak-anak sekolah, paling banyak anak SD dan SMP. Mereka tiba-tiba menjadi penggemar militan Awkarin. Mereka membela mati-matian demi like dan follow back dari sang idola. Demi terlihat keren, mereka melakukan apa yang sang idola lakukan dan mengunggahnya di dunia maya. Hal ini membuat banyak orang tua resah akan anaknya. Melihat kejadian ini, mungkin banyak orang berpikir, ke mana orang tua Awkarin? Mengapa anak yang seperti itu malah dibiarkan saja? Mereka sebenarnya tidak acuh tak acuh pada keadaan Awkarin. Mereka malah sebenarnya sedih sekali dengan keadaan anak sulung mereka itu. Namun, mereka tidak bisa apa-apa karena Awkarin tinggal di Jakarta seorang diri dan orang tuanya tinggal di daerah asal mereka. Sehingga, orang tua Awkarin tidak bisa mengarahkan Awkarin seperti saat ia SMP dulu.

Demi membenarkan apa yang ia perbuat, Awkarin berkolaborasi dengan Young Lex, seorang yang mengakunya rapper muda, untuk membuat lagu. Lagu dan video musik mereka ini sangat menyita perhatian netizen karena lirik lagu yang mereka nyanyikan itu berisi tentang pembelaan mereka bahwa mereka hanyalah anak-anak yang walaupun nakal namun mereka tidak menyusahkan orang tua secara finansial. Mereka, dalam lagu tersebut, mengaku bahwa mereka tidak ingin berpura-pura menjadi anak baik, sehingga mereka terus saja menunjukkan kenakalan mereka dengan mengatasnamakan ketidakmunafikan. Lirik lagu kontroversial itu kemudian dijadikan bahan cemoohan di jagat internet. Mereka semakin gencar dibicarakan, dan hingga saat ini video lagu tersebut sudah ditonton enam juta kali dan mendapat dislike sebanyak 230.000-an. Banyak komentar pedas dengan nada sinis bertengger di kolom komentar video tersebut. Young Lex sebagai pengunggah video tersebut tidak terima dengan banyaknya komentar tidak enak yang sebenarnya lucu-lucu itu dan kemudian malah membalasi atau menghapus komentar-komentar tersebut.

Jika aku boleh berpendapat, sebenarnya perilaku Awkarin yang tidak patut ini diakibatkan keinginan Awkarin untuk mendapatkan perhatian. Semakin ia dianggap berperilaku kontroversial, semakin senang ia. Semakin ia dibicarakan banyak orang, semakin menjadi dia. Ia butuh perhatian, namun ia menariknya dengan cara yang sama sekali tidak dianggap lazim oleh kebanyakan orang. Ia merasa butuh dipuja dan dipuji. Hal itu dibuktikan dengan beberapa foto yang diunggahnya di akun Instagram-nya dan di foto itu, orang-orang tidak bisa menuliskan komentar karena kolom komentar tersebut dinonaktifkan. Ia juga merasa ingin dimaklumi atas perbuatannya, maka dari itu ia membuat lagu kolaborasi dengan Young Lex dan video klarifikasi atas semua yang terjadi. Ini hanya menunjukkan ketidakdewasaan Awkarin dalam menyelesaikan masalahnya, entah karena ia memang benar-benar tidak mampu berpikir apa yang benar atau memang ia merasa ia selalu benar. Ia seperti tidak bisa menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang menurut ia wajar, dan tidak ada orang yang bisa memberitahunya akan hal itu karena ia sendiri menolak untuk diberitahu. 

Sungguh kasihan sekali Awkarin ini. Sebenarnya banyak sekali yang peduli dengannya. Banyak yang mencoba menasihatinya di samping semua cemoohan yang dilontarkan padanya. Namun, semua nasihat dan anjuran yang diberikan baik-baik padanya tetap tidak dia acuhkan, alih-alih ia menganggap mereka sebagai para pembencinya. Padahal mereka peduli pada Awkarin selain untuk menyelamatkan lebih banyak anak bangsa dari kerusakan parah yang Awkarin perbuat. Seandainya saja ia lebih bisa menerima kritik dan nasihat serta tidak berbuat semaunya sendiri, mungkin ia akan lebih bisa menerima bentuk perhatian kecil dari orang-orang di sekitarnya. Namun, ia melakukan sebaliknya, sehingga perlahan orang-orang di sekitarnya tidak tahan dan menjauh akibat perilakunya sendiri. Ia malah menerima perhatian yang tidak seharusnya dari orang-orang yang malah memuja apa saja yang ia lakukan, sehingga ia semakin merasa apa yang ia lakukan adalah benar.

Jika kita mendapati anak-anak seperti Awkarin ini, segera dekati dan beri perhatian yang ia butuhkan. Anak-anak seperti Awkarin ini tidak akan ada jika kita sebagai orang terdekatnya bisa memberi arahan dan perhatian yang tepat untuk mereka.

0 komentar:

Posting Komentar