Sabtu, 11 Oktober 2014

Listrik

Di era kemajuan teknologi seperti saat ini, kita semua sangat bergantung pada listrik untuk penerangan dan pemanfaatan teknologi yang lain. Padahal pada zaman dahulu, orang-orang lebih bergantung kepada minyak tanah untuk digunakan sebagai penyala pelita. Listrik pada zaman dahulu pun tidak seperti sekarang, yang bisa dengan mudah kita gunakan untuk menyalakan komputer, misalnya, tanpa harus susah payah menciptakan alat pembangkit listrik terlebih dahulu. Dahulu, untuk menciptakan listrik, orang-orang perlu menemukannya dalam ketidaksengajaan. Dari ketidaksengajaan, mereka kemudian berpikir bahwa ketidaksengajaan tersebut bisa dilanjutkan menjadi sesuatu yang berguna bagi mereka. Tidak heran mengapa orang zaman dahulu lebih kreatif daripada orang zaman sekarang. Mereka lebih banyak berpikir untuk menemukan sesuatu, baru kemudian mereka pakai. Tidak seperti orang zaman sekarang yang lebih menitikberatkan kepada kemudahan dan tidak perlu bersusah payah menciptakan sesuatu untuk dipakai terlebih dahulu.

Seluruh dunia saat ini sangat membutuhkan listrik. Pun di Indonesia, listrik menjadi sangat penting bagi kehidupan masyarakatnya. Di Indonesia, listrik disediakan oleh PLN atau Perusahaan Listrik Negara. PLN memiliki andil yang sangat besar bagi ketersedian listrik di Indonesia. Jika PLN tidak menyediakan listrik semisal dua jam saja, maka masyarakat Indonesia akan menjadi sangat kesulitan untuk melakukan aktifitas sehari-hari mereka. Orang-orang yang membutuhkan listrik untuk perangkat elektronik mereka akan kesulitan untuk menggunakan perangkat mereka jika mereka tidak mendapatkan pasokan listrik bagi perangkat mereka. Para blogger tidak bisa menuliskan apapun pada blog mereka, pekerja kantoran tidak bisa melanjutkan pekerjaan mereka, pelajar tidak bisa mencari referensi secara mudah, hal-hal yang seharusnya dilakukan secara daring (online) semisal pendaftaran ke perguruan tinggi menjadi terhambat, pun negara sendiri akan mengalami kerugian jika tidak ada aliran listrik. Sehingga peran PLN dalam mengalirkan listrik ke seluruh Indonesia menjadi sangat penting.

Namun, apakah kita sering terpikir bahwa tidak semua daerah di Indonesia bisa bebas menerima aliran listrik seperti kita yang, misalnya, sedang membaca tulisan ini? Tentu tidak. Jika kita melihat gambar di awal post ini, kita akan menyadari bahwa ternyata listrik belum merata ke seluruh Indonesia. Jadi, tugas PLN tidak berhenti sampai di pulau Jawa dan beberapa daerah di sekitar pulau Jawa saja. PLN masih memiliki tugas yang lebih besar lagi untuk menyebarkan listrik ke seluruh pelosok Indonesia, yang tentu saja pelaksanaannya tidak mudah. Kita bisa saja menyalahkan negara dan PLN karena listrik belum sampai ke tempat saudara-saudara kita di daerah lain di Indonesia yang tidak terdapat listrik. Atau bahkan kita tidak peduli dan cenderung apatis karena merasa ini bukan tugas kita untuk menyampaikan aspirasi kita. Padahal, peranan kita juga terhitung penting. Kita bisa memberikan kontribusi kita kepada PLN agar PLN dapat melaksanakan tugas besar ini. Dengan hal kecil yang ditumpuk sedikit demi sedikit, maka itu akan menjadi hal besar. Seperti penemuan listrik dalam ketidaksengajaan tadi, kita bahkan bisa membuat pengaruh yang lebih besar lagi bila disengaja. Seperti misalnya memberikan ide terbaik kita untuk PLN agar dapat melakukan tugas mereka dengan lebih baik lagi.

Karena aku adalah orang yang tidak terlalu kreatif seperti orang-orang zaman dahulu yang ketika ingin menggunakan listrik saja harus repot-repot menggosokkan batu amber, aku akan memberikan ide yang sederhana saja. Sebaiknya PLN cepat tanggap dalam mengatasi keluhan-keluhan yang ada di setiap daerah. Untuk menjadi cepat tanggap, dibutuhkan orang-orang yang benar-benar cakap dalam bidangnya dan sangat bertanggung jawab dalam pekerjaannya, serta berdedikasi untuk kesejahteraan negara. Karena PLN adalah satu-satunya perusahaan penyedia listrik bagi Indonesia, maka otomatis orang-orang yang bekerja di dalamnya berjasa sangat besar bagi negara. Aku menganggap para pekerja di PLN sebagai pahlawan pada saat ini dikarenakan kesigapan mereka dalam menyediakan listrik bagi negara. Dan tidak semua orang bisa sembarangan disebut sebagai pahlawan, karena yang pantas disebut sebagai pahlawan adalah orang-orang yang benar-benar berdedikasi pada pekerjaannya. Sehingga, untuk melihat apakah seseorang benar-benar berdedikasi, harus ada penyeleksian yang teliti. Jangan hanya dilihat dari kecakapan akademis atau nilai tertulis saja. Kecakapan moral juga perlu diutamakan. Maka, orang-orang yang sungguh-sungguh berniat untuk berdedikasi pada negara, cakap dalam hal kelistrikan, dan bertanggung jawab harus menjadi pertimbangan nomor satu dalam penyeleksian petugas PLN agar orang-orang yang tidak bertanggung jawab tidak dapat mengambil alih tugas mulia ini. Selain pemilihan orang-orang khusus untuk menjadi petugas PLN, penyejahteraan para petugas PLN juga harus dipikirkan. Ketika petugas tidak dijamin kesejahteraan diri maupun keluarganya, sudah tentu ia tidak akan maksimal dalam melakukan pekerjaannya. Sehingga, hidup para petugas PLN harus disejahterakan agar mereka merasa bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia pula. Lalu, dikarenakan banyak keluhan, sebaiknya PLN memberi pengumuman yang jelas bagi daerah-daerah yang akan diberlakukan pemadaman serta memberikan pula alasan yang jelas mengapa akan terjadi pemadaman. Entah pengumuman melalui ketua RT/RW, atau melalui petinggi-petinggi desa yang dihormati. Sehingga masyarakat sekitar daerah pemadaman dapat melakukan persiapan untuk mematikan alat-alat elektronik dan lampu mereka agar tidak rusak ketika listrik kembali dinyalakan.

Pada akhirnya, kita semua harus yakin bahwa PLN akan menjadi lebih baik ke depannya. Semoga PLN dapat mengalirkan listrik ke seluruh penjuru Nusantara tanpa terkecuali, agar semua orang dapat merasakan manfaat dari listrik dan dapat berterima kasih kepada PLN selaku penyedia listrik satu-satunya bagi Indonesia.

Selamat Hari Listrik Nasional, PLN.

(sumber gambar: google.com)

2 komentar: