Sabtu, 09 Agustus 2014

Anonim

Beberapa hari ini, aku dan teman-temanku sedang dibingungkan dengan beberapa pertanyaan aneh yang ditujukan kepada akun ask.fm kami. Pertanyaan-pertanyaan aneh itu ditanyakan oleh anonim, sehingga kami tidak mengetahui siapa yang sebenarnya menanyakan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dan lagi, pertanyaan-pertanyaan itu tidak seharusnya dipertanyakan, malah lebih terlihat seperti mengolok-olok kami. Kami pun bertanya-tanya, siapa kira-kira yang menanyakan hal-hal tersebut dan apa maksud dia menanyakan hal-hal itu.

Anonim adalah sebuah istilah untuk menyebutkan seseorang tanpa identitas atau tanpa nama. Istilah anonim sering digunakan dalam penyebutan pembuat atau pencipta karya sastra atau seni yang tidak terlacak atau tidak diketahui nama atau identitasnya, sehingga orang-orang menyebut mereka sebagai anonim. Sedangkan saat ini, istilah anonim digunakan di berbagai situs seperti ask.fm untuk menyebut penanya tanpa identitas atau tanpa akun dan seringkali disingkat sebagai anon. Sebagai orang tanpa identitas, anonim sendiri mudah bergerak karena kemungkinan untuk ketahuan sangat kecil sekali. Sehingga, seringkali anonimitas seseorang sangat membingungkan dan dianggap sangat mengganggu. Sebenarnya anonimitas tidak terlalu mengganggu, yang mengganggu adalah ketika anonimitas digunakan untuk hal-hal yang tidak pantas dan berguna seperti mencela orang lain dan menanyakan hal-hal yang tidak tepat seperti kasus di atas.

Menurutku, orang-orang yang berani mencela di balik anonimitas adalah orang yang pengecut, sama pengecutnya dengan orang-orang yang hanya berani membicarakan kita di belakang kita. Aku menganggap mereka seperti itu karena mereka tidak berani menunjukkan siapa diri mereka selagi mereka mencela orang lain. Padahal, jika memang tidak suka kepada seseorang, tidak apa-apa mengatakan ketidaksukaan kita terhadap orang itu. Saat mengatakan ketidaksukaan kita, sebaiknya gunakan kalimat dan kata-kata yang tidak menyinggung perasaan orang itu. Orang akan lebih menghormati kita ketika kita berusaha jujur dan terbuka ketika mengkritik orang lain. Namun, jika tidak bisa berbicara dengan kata-kata yang baik, lebih baik diam saja dan memendam ketidaksukaan kita daripada berlindung di balik anonimitas dan membuat orang lain sakit hati.

Untuk menghadapi anonim yang bersifat negatif, lebih baik tidak usah ditanggapi. Anggap saja sebagai angin lalu. Atau jika ingin menanggapi, lebih baik gunakan bahasa dan sikap yang positif agar kita tidak terlalu sakit hati dengan kenegatifan anonim itu. Selain itu, kita juga tidak akan berdosa dengan melancarkan kalimat-kalimat yang sama negatifnya dengan anonim tersebut. Lagipula, apa bedanya kita dengan anonim tersebut jika kita sama-sama menanggapi anonim dengan sikap dan kalimat yang negatif juga? Setelah itu, ucapan anonim yang menyakitkan hati lebih baik tidak usah dipikirkan. Memikirkan hal-hal negatif hanya akan menambah sakit hati dan kenegatifan dalam diri kita. Namun jika ucapan anonim tersebut ada benarnya, sebaiknya kita berbenah diri. Mungkin dalam diri kita memang terdapat sikap dan sifat seperti yang disebutkan oleh anonim itu yang memang kebanyakan orang tidak suka, dan orang yang tidak suka itu tidak ingin diketahui identitasnya oleh kita. Anggap saja ucapan anonim itu adalah kritik yang membangun agar kita menjadi pribadi yang lebih baik. Karena sebenarnya, anonim adalah beberapa orang dari sekian orang yang memperhatikan kinerja dan perilaku kita, entah melalui dunia nyata maupun maya. Namun, mungkin mereka terlalu takut jika kita akan marah pada mereka jika kita tahu siapa mereka, dan mereka tidak memiliki kata-kata yang baik untuk disusun dan disampaikan. Jadi, jangan terlalu dipikirkan jika ada anonim yang sengaja menyulut kemarahan kita. Lebih baik kita tidak menanggapi mereka dan tidak usah dipedulikan.

Lalu, mengapa aku membuat posting ini adalah karena aku peduli dengan para anonim. Aku peduli karena aku kasihan dengan mereka yang tidak memiliki keberanian untuk menyatakan sesuatu yang ada di pikirannya kepada orang yang tidak membuat hati mereka berkenan. Maka dari itu, mereka berpikir bahwa berlindung di balik anonimitas akan membuat mereka merasa aman untuk sementara. Jika aku jadi mereka, aku akan lebih memilih diam dan tidak menyatakan ketidaksukaanku. Atau, aku akan membicarakan hal tersebut empat mata dengan orang yang perilakunya tidak aku senangi tersebut, terutama jika orang tersebut adalah orang-orang yang sangat dekat denganku sehingga aku harus peduli dengan mereka. Lagipula, aku tidak akan pernah menggunakan fasilitas anonim jika aku bertanya di situs ask.fm karena aku tidak menggunakan ask.fm sebagai fasilitas untuk mengolok-olok orang lain, melainkan untuk menanyai orang lain yang memang aku penasaran akan hal-hal yang terdapat pada diri mereka.

Jadi, sudah pernah dikerjai anonim?

4 komentar: