Kamis, 24 Juli 2014

Impian

Setiap orang pasti memiliki keinginan terpendam untuk diwujudkan. Dan setiap keinginan tersebut bisa menjadi sebuah amunisi untuk memotivasi hidup setiap individu. Tanpa adanya keinginan untuk mencapai sesuatu, hidup menjadi hampa dan tidak ada gairahnya. Keinginan untuk mencapai suatu hal bisa disebut sebagai impian. Impian biasanya tercipta ketika seseorang tidak memiliki suatu hal sehingga ia ingin memilikinya dan berusaha melakukan apapun untuk meraih impiannya itu.

Tidak salah jika setiap orang memiliki impian. Dan tidak setiap orang bisa menerima impian orang lain tanpa menernyitkan dahi. Aku, misalnya, mengimpikan ingin lulus tepat waktu lalu menikah dengan seorang pria pilihanku. Menurutku, impian ini sederhana dan tidak terlalu muluk. Tidak harus kaya, tidak harus tampan, tidak harus jenius, yang penting pria pilihanku bertanggung jawab atas keluargaku nanti di dunia dan akhirat. Sederhana saja. Namun, masih banyak orang meragukan impian ini. Mereka menganggap impianku terlalu tinggi dan masih terlalu cepat untuk memikirkan hal itu, dan juga mereka berpandangan bahwa bisa jadi pria yang sudah kutunjuk menjadi calon suami nantinya tidak akan bersanding denganku di pelaminan. Bisa juga mereka berpikir bahwa menikah setelah lulus hanya akan mengekang diri dan tidak bisa bebas. Ada juga yang melihat bahwa setelah menikah seharusnya bekerja dulu untuk mengumpulkan modal. Kupikir, jika impian tidak dikejar secepatnya, bisa jadi ia akan dikejar orang lain. Jika bukan kita yang menjadikan impian itu nyata, maka bisa jadi di kemudian hari akan ada orang lain yang mewujudkan impian yang kita idam-idamkan dari lama. Lalu, untuk apa bermimpi lama-lama jika akhirnya tidak tercapai?

Impian bisa terwujud jika kita yakin bahwa impian itu bisa terwujud. Ada juga yang beranggapan bahwa impian bisa tercapai jika kita sudah bisa membayangkan diri kita saat sudah berhasil menggapai impian itu. Memang, itu tidak salah. Aku sering membayangkan diriku sedang berada dalam impianku yang sudah kucapai dan aku merasa bahwa akan sangat beruntungnya aku jika aku benar-benar dapat mencapai impian itu dalam dunia nyata. Maka, aku harus meyakinkan diriku bahwa aku bisa mencapai impian itu, aku bisa mewujudkan impian itu. Walaupun orang lain ragu atas impian kita itu, jangan pernah ragu dengan impian itu. Kita harus dengan penuh keyakinan mengejar impian itu. Pastinya, keyakinan itu harus diiringi dengan usaha yang kuat agar bisa tercapai. Ada yang mengatakan bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Jika tidak ada usahanya, impian itu sudah pasti tidak akan terkabul. Semisal, jika kita bermimpi ingin diterima di sebuah perguruan tinggi dan sangat yakin akan diterima, tapi kita tidak belajar mati-matian untuk itu, percuma saja bermimpi. Pasti tidak akan tercapai. Jadi, sudah seharusnya impian yang kita bangun itu disertai dengan keyakinan yang kuat akan terwujudnya impian itu dan usaha keras serta pantang menyerah untuk mengejarnya.

Namun, bagaimana jika kita sudah membangun impian itu sejak lama, lalu kita sudah yakin bahwa impian itu akan terwujud, dan kita sudah berusaha untuk itu, tetapi masih belum terwujud juga impian itu? Mungkin, keyakinan kita atas terwujudnya impian itu belum sangat kuat sampai kita terbayang akan kesuksesan kita meraih impian itu. Atau, usaha kita belum cukup keras dalam mengejar impian itu. Namun, bagaimana jika kedua hal itu sudah dilakukan sampai titik darah penghabisan tapi tetap tidak tercapai impian itu? Mungkin, Tuhan punya rencana dan takdir yang lebih baik dari apa yang kita impikan itu. Rencana Tuhan memang selalu lebih baik, dan terkadang kita hanya tidak bisa memahami dan mensyukuri itu. Jadi, jangan menyerah jika impian kita tidak tercapai dan apa yang ditakdirkan Tuhan jauh dari harapan kita, karena apa yang diberikan Tuhan pasti lebih baik bagi hamba-Nya dan Tuhan Maha Tahu.

Jadi, sudah siap untuk mewujudkan impian?

0 komentar:

Posting Komentar